“Sebuah Sorban Arabia”
Sepotong kain yang putih bersih, belum terjamah oleh debu menjadi incaran seorang pemuda. Seorang pemuda yang gemar menutup kepalanya dengan sorban akrab dipanggil Arief. Terakhir dia membeli syorban adalah lebaran 3 tahun yang lalu. Setelah mengumpulkan uang hasil bersusah payahnya, akhirnya pemuda itu berkeinginan untuk membeli sepotong kain yang akan di buatnya menjadi sebuah sorban, dan bermaksud agar sorban yang telah setia menemaninya selama 3 tahun pensiun.
Hari minggu yang merupakan hari liburnya untuk beristirahat, Arief pergi ke sebuah pasar dengan membawa uang secukupnnya dan berharap bisa menukarnya dengan kain yang telah diincarnya beberapa waktu yang lalu. Ketika Arief hendak masuk ke sebuah toko kain, tiba-tiba ia melihat kerumunan orang. Untuk mengurangi rasa penasarannya, si pemuda tadi mendekati tempat kerumunan orang. Ternyata telah terjadi kecelakaan, seorang anak menjadi korban tabrak lari dan sedang terluka parah. Dengan penuh rasa iba, dia segera membawa anak korban tabrak lari ke rumah sakit. Sebelum masuk ke ruang ICU, Arief harus menyelesaikan urusan administrasi sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh rumah sakit. Demi anak kecil korban tabrak lari, tanpa berpikir panjang Arief langsung menggunakan uangnya untuk menyelesaikan urusan administrasi. Bagi pemuda tersebut, Nyawa lebih utama dibandingkan hanya sekadar menyenangkan diri sendiri.
Sedih memang, itu yang sedang dirasakan oleh Arief. Tapi kesedihan itu tak berlangsung lama, karena dia mengingat pesan dari orang tuanya “Sebaik-baiknya manusia adalah, yang bermanfaat bagi yang lain”. Tentunya kalimat tadi yang bisa menenangkan perasaannya.
Sesaat kemudian, orang tua anak tabrak lari sampai di rumah sakit. Ibu anak tadi histeris mengetahui bahwa anaknya sedang dalam keadaan kriitis karena kehilangan banyak darah. Kebetulan Arif memiliki golongan darah yang sama dengan si anak tadi yaitu golongan darah O. Alhamdulillah, atas pertolongan Allah melalui Arief, anak tadi terselamatkan. Keinginan Arief untuk membeli sepotong kain yang akan dibuat syorban sudah memudar. Sebagai tanda ucapan terimakasih atas pertolongan Arief, ayah dari anak tadi memberikan sebuah bingkisan. Seketika Arief membuka bingkisan yang baru didapatnya, ternyata berisi sebuah sorban. Dengan mata berkaca-kaca Arief mengucapkan syukur kepada Allah dan mengucapkan terimakasih kepada ayah anak tadi. Sorban yang selama ini diimpikan oleh Arief sudah ada di tangan. Senyum mengembang terpancar di bibir Arief ketika memakai syorban. Sorban putih berbahan kain lembut oleh-oleh dari Arab. Sejak saat itu, syorban lama Arief resmi pensiun dan telah digantikkan oleh sebuah sorban Arabia.
Hari minggu yang merupakan hari liburnya untuk beristirahat, Arief pergi ke sebuah pasar dengan membawa uang secukupnnya dan berharap bisa menukarnya dengan kain yang telah diincarnya beberapa waktu yang lalu. Ketika Arief hendak masuk ke sebuah toko kain, tiba-tiba ia melihat kerumunan orang. Untuk mengurangi rasa penasarannya, si pemuda tadi mendekati tempat kerumunan orang. Ternyata telah terjadi kecelakaan, seorang anak menjadi korban tabrak lari dan sedang terluka parah. Dengan penuh rasa iba, dia segera membawa anak korban tabrak lari ke rumah sakit. Sebelum masuk ke ruang ICU, Arief harus menyelesaikan urusan administrasi sesuai dengan peraturan yang dibuat oleh rumah sakit. Demi anak kecil korban tabrak lari, tanpa berpikir panjang Arief langsung menggunakan uangnya untuk menyelesaikan urusan administrasi. Bagi pemuda tersebut, Nyawa lebih utama dibandingkan hanya sekadar menyenangkan diri sendiri.
Sedih memang, itu yang sedang dirasakan oleh Arief. Tapi kesedihan itu tak berlangsung lama, karena dia mengingat pesan dari orang tuanya “Sebaik-baiknya manusia adalah, yang bermanfaat bagi yang lain”. Tentunya kalimat tadi yang bisa menenangkan perasaannya.
Sesaat kemudian, orang tua anak tabrak lari sampai di rumah sakit. Ibu anak tadi histeris mengetahui bahwa anaknya sedang dalam keadaan kriitis karena kehilangan banyak darah. Kebetulan Arif memiliki golongan darah yang sama dengan si anak tadi yaitu golongan darah O. Alhamdulillah, atas pertolongan Allah melalui Arief, anak tadi terselamatkan. Keinginan Arief untuk membeli sepotong kain yang akan dibuat syorban sudah memudar. Sebagai tanda ucapan terimakasih atas pertolongan Arief, ayah dari anak tadi memberikan sebuah bingkisan. Seketika Arief membuka bingkisan yang baru didapatnya, ternyata berisi sebuah sorban. Dengan mata berkaca-kaca Arief mengucapkan syukur kepada Allah dan mengucapkan terimakasih kepada ayah anak tadi. Sorban yang selama ini diimpikan oleh Arief sudah ada di tangan. Senyum mengembang terpancar di bibir Arief ketika memakai syorban. Sorban putih berbahan kain lembut oleh-oleh dari Arab. Sejak saat itu, syorban lama Arief resmi pensiun dan telah digantikkan oleh sebuah sorban Arabia.
Senin, 03 Oktober 2011
In:
gia heti ergiana
,
kritis
,
sms
,
tabbayun
,
waspada
Waspada sebelum celaka
Kiranya perlu mewaspadai dengan adanya jarkoman meskipun dari orang-orang terdekat. Karena seringnya jarkoman itu hanya forwad-an macam MLM. Seperti pagi tadi sekitar pukul 04.25 hp bergetar menerima sms., detail isinya
“Jarkom cpt, mnt tlg, da yg bth pndonor goldar AB, u/ Krisna sasindo 2010 (anak sastra), sdg drwat dg koma stlh KKL, 085643490700, sbarkn!! (u/ semua ank undip)
seperti itulah isi dari sms yang tertera di layar hp. Tanpa pikir panjang sms itupun langsung ter forward ke semua nomer hp orang yang dikenal. Setelah membaca ulang smsnya, ternyata dalam sms tersebut tdak tercantum atas nama siapa nomer tersebut, dan dimana tempat korban di rawat.
Usut punya usut, ternyata sms tersebut hanya sebuah isu dari orang yang tidak bertanggung jawab. may be ada orang yang iseng atau ada orang-orang yang berkepentingan. Bukan cuma sekali sms-sms yang hanya berupa isu palsu (sering disebut hoak). Nah, dengan mengetahiu hal semacam ini hendaknya kita kritis dalam menghadapi sms-sms seperti ini.
Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum mengambil tindakan (memforward sms ke orang lain), hendaknya.
1. Tabayun
Selain menjalankan sunah rasul, tabayun juga bisa digunakan untuk mengetahui kebenaran dari isi sms. Supaya tidak ada korban lain yang tertipu atau bahkan bisa menimbulkan efek yang ekstrim lagi.
2. Teliti dalam membaca sms
Semoga tidak ada lagi korban penipuan dengan modus sms semacam ini .
“Jarkom cpt, mnt tlg, da yg bth pndonor goldar AB, u/ Krisna sasindo 2010 (anak sastra), sdg drwat dg koma stlh KKL, 085643490700, sbarkn!! (u/ semua ank undip)
seperti itulah isi dari sms yang tertera di layar hp. Tanpa pikir panjang sms itupun langsung ter forward ke semua nomer hp orang yang dikenal. Setelah membaca ulang smsnya, ternyata dalam sms tersebut tdak tercantum atas nama siapa nomer tersebut, dan dimana tempat korban di rawat.
Usut punya usut, ternyata sms tersebut hanya sebuah isu dari orang yang tidak bertanggung jawab. may be ada orang yang iseng atau ada orang-orang yang berkepentingan. Bukan cuma sekali sms-sms yang hanya berupa isu palsu (sering disebut hoak). Nah, dengan mengetahiu hal semacam ini hendaknya kita kritis dalam menghadapi sms-sms seperti ini.
Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum mengambil tindakan (memforward sms ke orang lain), hendaknya.
1. Tabayun
Selain menjalankan sunah rasul, tabayun juga bisa digunakan untuk mengetahui kebenaran dari isi sms. Supaya tidak ada korban lain yang tertipu atau bahkan bisa menimbulkan efek yang ekstrim lagi.
2. Teliti dalam membaca sms
Semoga tidak ada lagi korban penipuan dengan modus sms semacam ini .


