Hal apa yang paling membahagiakan di dunia ini? Masing-masing orang pasti punya parameter kebahagiaan. Ada yang bahagia karena lulus kuliah, study ke luar negeri, mendapatkan barang branded yang diinginkan. Kalau boleh saya sederhanakan arti bahagia adalah sesuatu yang diinginkan atau yang dikehendaki telah tercapai atau terpenuhi. Tapi sesederhana itukah arti bahagia? Well , saya pikir jika parameter kebahagiaan adalah urusan dunia pasti tidak akan habisnya.


Sebagai contohnya ketika seseorang sudah lulus kuliah, pasti euforianya hanuya sesaat saja. Selebihnya akan jenuh jika lamaran kerja belum nimbus satupun ke perusahaan yang diinginkan, atau gagal dalam tes CPNS ( pengalaman pribadi banget :D). bisa juga saat mendapatkan barang tas branded yang diidam-idamkan, tentunya akan merasa bosan jika setiap ada acara hanya menggunakan tas itu-itu saja. Menurut saya inti dari kebahagiaan adalah syukur. Bersyukur terhadap apa-apa yang kita dapatkan.


Sudah dijelaskan pula dalam Qs. Ibrahim ayat 7 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (NikmatKu), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”Semoga kita senantiasa menjadi orang yang selalu bersyukur, karena bersyukur merupakan jalan untuk mendapatkan kebahagiaan. Dan kita tidak perlu cemas akan hal-hal yang tidak bisa kita dapatkan. Toh semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah. 
Link ke posting ini


Januari masih diguyur hujan, tak terkecuali ibu kota yang tak pernah istirahat. Hujan yang terkadang membuat orang malas keluar rumah, apalagi weekend rasanya ingin memanjakan diri di rumah. Aku ingat kata-kata seorang teman, hari libur bukanlah hari untuk berleha-leha, tetapi hari untuk menyelesaikan tugas yang belum tertunaikan. Bener juga sih, kalo weekend hanya dibuang dengan sia-sia, tidur-tiduran, dijamin pas weekday pun akan malas-malasan dalam beraktivitas.
Tepat di hari ahad, dimulai dari jam 7 pagi aku mengikuti pengajian pekanan sampai jam 10an. Kemudian dilanjut menonton film “Assalamualaikum Beijing” yang memang dari beberapa hari sebelumnya aku memang ingin nonton. Gayungpun bersambut setelah salah seorang teman dari kelompok pengajianku ngajakin.
Hal pertama yang ingin aku bahas tentang film yang aku tonton tadi siang, secara keseluruhan pemain film tersebut totalitas dalam memainkan perannya. Tokoh utama Asmara (diperankan Revalina S. Temat), Zhong Wen (diperankan oleh Morgan Oey), Dewa ( diperankan oleh Ibnu Jamil), kemudian sahabat dari Asma yang bernama Sekar (diperankan oleh Laudya Cynthia Bella) dan suami Sekar yaitu Ridwan (diperankan Desta) dan Anita (istri Dewa yang diperankan oleh Cynthia Ramlan). Termasuk Morgan yang berperan sebagai Zhong Wen, keren aktingnya sebagai actor pendatang baru. Tetapi waktu Morgan berdialog menggunakan bahasa Indonesia ada yang sedikit janggal, karena sebagai orang yang bukan asli Indonesia (dalam perannya) terlalu fasih dalam berdialeg menggunakan Bahasa Indonesia. Yang kedua, ending dari filmnya “ngambang”, mungkin durasi filmya bisa jadi alasan.
   http://www.muvila.com/movies/hot-movie-news/

Aku suka sih filmnya, karena gak baca novelnya dulu. Jadi bener-bener mengikuti alur cerita. Untuk film-film yang divisualisasikan dari novel aku sering kecewa karena gak sesuai sama novel yang aku baca, kecuali “99 Cahaya di Langit Eropa”. Bagian yang paling aku suka ketika Asma berkenalan dengan Zhong Wen, Asma tidak mau diajak berjabatan tangan saat berkenalan. Film ini menggambarkan adab seorang muslimah ketika berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Selain itu, film tersebut juga memberikan pesan bahwa hidayah itu bisa datang untuk siapa saja, dimana saja dan juga melalui siapa. Berlemah lembutlah pada siapa saja, karena bisa jadi Allah memberikan jalan untuk saudara-saudara kita untuk mendapatkan hidayahNya melalui kita. Karena kita adalah seorang agen dakwah.
Asma gadis asal Indonesia sebagai perwakilan koresponden di Beijing, meninggalkan rasa kecewa karena sehari sebelum pernikahanya telah mendapatkan penghianatan dari Dewa. Dewa berselingkuh dengan rekan sekantornya yaitu Anita yang akhirnya menikah dengannya. Asma memulai hari barunya di Beijing dan berkenalan dengan Zhong Wen. Zhong Wen terpikat kepada Asma karena kecerdasannya. Asma adalah Ashima bagi Zhong Wen, gadis yang menjadi legenda di Beijing yang terkenal dengan kecantikan dan kelemahlembutannya. Suatu ketika Zhong Wen ingin mengajak Asma ke kampung kelahirannya. Akan tetapi, tiba di hari mereka seharusnya pergi bersama, Asma memutuskan untuk kembali ke Indonesia karena sakit parah yang dideritanya.
Asma menderita penyakit yang sewaktu-waktu darahnya mengental yang bisa menyebabkan kelumpuhan, kebutaan maupun serangan jantung. Tergantung pada organ mana penggumpalan darah terjadi. Asma menyembunyikan penyakitnya dari Zhong Wen. Penuh kesetiaan Zhing Wen menanti Asma kembali ke Beijing, dengan harapan membawa cinta. Sedikit demi sedikit Zhong Wen mempelajari Islam dan akhirnya menjadi mualaf. Zhong Wen memutuskan untuk ke Indonesia karena bantuan Sekar dan juga Ridwan. Komitmen Zhong Wen terbukti dengan keberanian dia meminta ijin untuk menikahi Asma.
Kalimat bagusnya “ Yang terpenting adalah Iman, romantis belakangan. Melting sama itu kalimat, tapi memang betul. Finally, kalimat kerennya “Jika Tak Kau Temukan Cinta, biar Cinta Menemukanmu”, cinta romantic ada dan tidak butuh fisik yang sempurna untuk memiliki kisah cinta sempurna T_T (mewek)
Link ke posting ini
FIM kependekan dari Forum Indonesia Muda, yang anggotanya merupakan anak-anak muda dari Sabang sampai Merauke.Sekarang FIM sudah naympe angkatan 16. Untuk bisa bergabung menjadi anggota FIM di setiap angkatan itu gak mudah lho, harus melalui seleksi peserta yang jumlahnya ratusan ribu.Ini terbukti bahwa banyak pemuda hebat yang tersebar di seantero negeri. Bukan cuma dalam negeri tapi juga luar negeri. Waktu gw jadi coach di FIM 13 sih ada anak lulusan Amerika, ada juga yang perwakilan Malaysia dan Singapura. Gw bukanlah apa-apa jika dibandngkan mereka. Mungkin bisa dianggap suatu keberuntungan atau ketiban durian runtuh bisa mengenal mereka,bahkan berda dalam lingkaran mereka. Gw ibarat remahan roti yang tertiup angin jika dibandingkan dengan mereka.

Tapi dibalik kehebatan mereka dalam meraih penghargaan maupun aksi-aksi nyata baik dibidang akademik dan sosial budaya dan ekonomi, mereka adalah pribadi yang friendly,humble dan yang bikin terharu adalah rasa kekeluargaan yang gw dapet dari mereka.Oh iya, gw dari FIM 11 salah satu perwakilan dari regional Semarang yang berasal dari UNDIP. Meskipun gw ngerasa bukan apa-apa, dengan bergabung menjadi bagian dari FIM merupakan motivasi gw untuk menjadi orang yang mempunyai apa-apa. Gw punya cita-cita pengen ngebuat rumah baca untuk anak-anak di sekitaran lingkungan rumah gw. Peribahasa "Membaca adalah jendela Dunia" itu benar adanya, karena dengan membaca orang bisa mengetahui informasi apapun tentang dunia luar. bahkan bisa jadi memotivasi untuk mengunjungi tempat-tempat yang sebelumnya dalam imajinasi. U cann't predictable for that.

Back to the topic about FIM. Nah, banyak kegiatan yang diinisiasi sama anak-anak FIM. seperti halnya rumah belajar yang hampir setiap regional ada. menurut gw sih, pendidikan itu basic dari segalanya, bukan hanya formal tapi juga non formal sebagai pembentukan karaker calon penerus bangsa. Ada juga Rumah Dongeng, foundernya dalah Mentari Rona seorang kahasiswa dari Universitas Paramadina asli Jogja. Konsep pendidikan yang digunakan Rona ini yaitu menyampaikan pesan moril kepada anak-anak melalui dongeng dan membantu daya imajinasi anak. Ada juga Rumah Literasi yang digawangi oleh Wawan Kurniawan, mahasiswa dari Makasar jurusan Psikologi ini adalah tipe orang yang terstruktur gaya bahasa dan penyampaian argumen di depan umum. Sedikit tahu tentang Wawan, karena dia temen senagkatan di FIM 11.Itu baru sebagian kecil program-program yang dibuat oleh temen-temen FIM yang kece badai.
FIM 11 punya Jargon yang g kalah kece, yang sampai sekarang masih sering digaungkan kalo berkenalan dengan FIM angkatan baru, atau berkenalan dengan anak-anak FIM yang tidak seangkatan.Seperti ini nih redaksinya


E...salam...salam dari kami..salam Perdamaian (prok..prok..)FIM 11

Nah salam FIM11 ini didendangkan sambil nepok-nepok bahu, biar lebih berasa aura semangatnya.Pesan untuk saya pribadi tentunya dan anak muda lainnya. terus berkarya dan bermafaat untuk orang lain dan sekitar, dalam hal apapun dan dimanapun.

 foto diambil selesai outbond di bumi perkemahan Cibubur

Tulisan ini dibuat dalam rangka muhasabah diri di penghujung pergantian usia, yang ternyata gw belumlah apa-apa dan memiliki apa-apa untuk bekal hidup gw. Semoga dengan tulisan ini gw bisa memperbaharui motivasi dan merealisasikan apa yang sudah gw cita-citakan sesuai dengan gw tulis di buku impian gw. 
Foto diambil selesai OR pagi di Maleber
foto Mister Maga-Maga Poundra (calon Dokter Muda)

Narsis disela-sela tugas terjun ke masyarakat (Maleber)

Lomba debat tapi tim gw kalah..hikss (Maleber)

Link ke posting ini
Kalo ada yang nanya "What a same between Biology N Psychology". Pertanyaan ini muncul terkait dengan posisi aku bekerja sekarang. Aku kerja sebagai staff HRGA di sebuah perusahaan kontraktor swasta di Jakarta. Pada waktu ada proses recruitment dan aku yang ngehandle dibantu seorang teman yang sedang study S2 di UI. ternyata teman aku baru nyadar kalo aku ini bukan dari basic Psikologi. Nah, balik lagi ke pertanyaan di atas "What a Same between Biology N Psychology". Kalo jawaban versi aku nih, sama-sama mempelajari manusia. Bedanya Biologi lebih ke fisik/organ/maupun sistem yang terjadi di dalam tubuh manusia, sedangkan Psychology lebih ke Psikis dari manusia. Well, emang gak ada basic sih. Tapi gak menutup kemungkinan aku bisa, selama aku masih mau belajar n ada media tempat aku belajar. Itu sih Versi aku sebgai orang yang haus akan ilmu. Tapi alhamdulillah lumayanlah udah dapet respon positif dari atasan aku yang ngasih kesempatan buat jadi Staff beliau.Malahan atasan aku ngerekomendasiin buat S2 ambil jurusan Psykologi yang lebih ke Management SDM. Thanks Mr Lukman.

Udah sih cuma mau bilang gitu doang :D. Intinya ilmu itu luas sob. Jadi jangan pernah merasa menyesal ato bilang salah ambil jurusan waktu kuliah, jika apa yang kamu kerjakan sekarang berbeda 180 dari apa yang kamu kerjakan sewaktu menjadi mahasiswa :)





Link ke posting ini
Tak jarang Orang kuliah sebagai alat untuk mencari kerja. Jaman sekarang nyari kerja susah. Orang yang mempunyai gelar sarjana saja "berserakan" dimana-mana. Bahkan banyak pula sarjana / Fresh Graduated bekerja yang tak sesuai dengan bidang minat waktu kuliah. Baiklah, contohnya aku sendiri. Sebelum wisuda aku sudah jadi Freelance di salah satu LSM yang menangani event hari Raya Qurban. Setelah sempet nganggur karena emang tuntutan dari orang tua buat istirahat di rumah, aku mulai lagi Freelance di LSM lain yang menangani masalah penidikan. Karena urusan salary, bukan munafik juga kalo salary jadi pertimbangan buat nerima kerjaan. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang. Setelah resign, aku diterima di salah satu perusahaan swasta yang lagi-lagi jauh dari bidang minat sewaktu kuliah. aku sekarang bekerja di perusahaan kontraktor swasta sebagai staff HRD. Aku belajar sedikit demi sedikit di sini. Kontrasnya kondisi sewaktu kuliah dengan dunia kerja. Apalagi saat ini yang aku hadapi adalah orang-orang lapangan. So Enjoylah dengan dunia baru ini. Aku kerja di tempat yang berbeda dari minat waktu kuliah bukannya g diterima kerja di tempat yang sesuai ama jurusan waktu kuliah ya. Sebelum bekerja di LSM yang menangani masalah pendidikan, aku diterima di salah satu perusahaan farmasi. sebenernya aku banget, tapi ada beberapa peraturan yang trerlalu mempersempit ruang gerak aku. misalnya, cara memakai jilbab aku. Menurut aku,itu sudah melewati batas privacy aku. Jadi ya dengan besar hati aku g ngambil pekerjaan itu.
Balik lagi ke dunia per"kontraktor"an. Yang katanya kalo gak tidur di Kontrakan ya kantor. But Its really true, aku udah ngalamin apalagi kalo kejar deadline buat ikutan tender, nginep di kantorpun aku jabanin. Apalagi buat yang laki-laki, berhari-hari nginep di kantor juga udah biasa. Yang kasihan sih anak bininya, beda lagi ama yang bujang. Bahkan ada yang cerita anaknya nangis minta ayahnya pulang, atau yang istrinya g ada temen di rumah. Dunia ini emang keras bro, demi mencari nafkah rela ninggalin anak istri berhari-hari di kantor. Btw, di kantorku ini ceweknya ada 5 orang termasuk aku. But tenang wae, laki-lakinya baik semua kok. Aku jadi berfikir g maulah dapet suami yang kerja di kontraktor. Tapi ya balik lagi urusan jodoh Allah yang ngatur. Bismillah semoga betah belajar n bekerja di lingkungan baru ini.AAmiin
Link ke posting ini
Setiap orang pasti merasa gerah,BT,atau bahkan tersinggung kalo dapet pertanyaan "kapan lulus,udah kerja,umur kamu berapa,kapan nikah,kapan punya momongan?". Pastilah masa-masa itu bakalan dialamin sama setiap orang. Bisa dibilang pertanyaan-pertanyaan itu merupakan bagian dari dinamika kehidupan sob. Ketika lu kuliah pasti ditanya kapan lulus, pas lu udah lulus pasti ditanya udah kerja belum,kerja dimana?. Pastinya setiap naik satu level pertanyaannya pun akan mngikuti kenaikkan level kita. Persis ama yang gw alamin kemaren. Gw dicerca dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyebalkan SDA.Ya siapa sih yang gak mau nikah muda, kalo emang udah siap ato emang udah ada calonnya.
Nah, kalo gw belum full siap secara lahir dan batin (lagi proses mempersiapkan,siapa tahu ntar di jalan ketemu ama jodoh LOL).Seperti nasehat yang sering gw dapetin. Nikah itu gak gampang cuy, banyak hal-hal yang mesti dipersiapkan. Bukan masalah materi juga sih, tapi lebih ke persiapan ruhani, mental.harus mengerti peran masing-masing ketika menjadi suami istri,aya ibu,menantu dan peran serta di masyarakat. wislah jangan nyinggung2 soal nikah,mengko nek wis wektune juga dadi dewe.hahahha
Link ke posting ini
Dunia ini emang ibarat tumpukan puzzle dan itu bukan cuman teori.Kemaren hidup gw mulus-mulus
aja,datar. Gw pengen motor baru dikasih,gw minta hp bru dikasih,intinya gw minta apapun
selalu dikasih selagi orang tua gw mampu. Tapi itu semua didapet bukan karena cuma2,
gw harus ngasih timbal balik yang sepadan yaitu "peringkat 1" di setiap raport gw dan itu bukan masalah buat gw. B
egitupun ketika gw masuk kuliah,gw hanya menggunakan nilai raport tanpa tes, oh God Kau sungguh Maha Pemurah dan gw dengan sombong tak bersyukur dengan semua nikmatMu. Kini gw baru sadar kalo itu adalah bagian ujian dari Allah buat gw. Dan sekarang
adalah waktu dimana gw harus merasakan gimana nikmatnya berjuang, waktunya gw bertransisi
ke puzzle berikutnya. Gw harus ngerasain sakitnya penolakan saat interview kerja yg g hanya sekali,menyusuri jalanan ibukota yg masih asing n panas, ngerasain stres karena kemacetan
Jakarta. Its Well, ini sarana yg mendidik gw biar belajar sabar,makin dewasa,bersikap tenang.Justru gw makin bersyukur dengan banyak tantangan,gw makin menikmati hidup gw. Di luar
sana gw sering liat org2 tunawisma yg tdur hanya beralaskan kardus di jempat.an penyebrangan dan mengenakan pakaian yang itu2 aja.Entah mereka makan sehari 3kali ato bahkan tdak makan seharian. Harusnya gw blajar tega rdan ketabahan dr mereka. Ya Robb ampuni ham ba karena kufur terhadap nikmatMu.
Link ke posting ini